Saya, sebagai mahasiswa IKIP Siliwangi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mengikuti webinar ADOBSI-JABAR Series 2 berjudul Dialog Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia cabang Jawa Barat pada Sabtu, 29 November 2025, pukul 09.00–12.00 WIB melalui Zoom Meeting. Webinar ini diikuti dalam rangka mata kuliah Strategi Penyusunan dan Publikasi Karya Ilmiah dengan dosen pengampu Ibu Diena San Fauziya, M.Pd. Acara ini menghadirkan tiga pemakalah ahli yang membahas strategi inovatif untuk mengatasi tantangan pembelajaran bahasa di era digital.
Pemakalah Pertama: Dr. Adita Widara Putra, M.Pd. (Universitas Siliwangi)
Dr. Adita Widara Putra memaparkan ARTS-BASED EDUCATIONAL RESEARCH (ABER) sebagai strategi revitalisasi cerita rakyat Galunggung dalam pembelajaran bahasa era multiliterasi. Ia menyoroti pergeseran orientasi pembelajaran dari aspek linguistik semata ke kemampuan memproduksi teks multimodal, kreativitas budaya, dan literasi teknologi, di tengah penurunan minat generasi muda akibat dominasi digital yang menganggap cerita rakyat arkais. ABER mentransformasi cerita rakyat menjadi seni pertunjukan multimedia melalui alih wahana dari sastra lisan ke puisi/drama modern lalu ke video musikalisasi, didukung penelitiannya (2020-2024) seperti videografi puisi Galunggung sebagai bahan ajar digital untuk SMP/SMA, sehingga menjembatani warisan budaya dengan ekosistem digital siswa.
Pemakalah Kedua: Dr. Tato Nuryanto, M.Pd. (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
Dr. Tato Nuryanto membahas membangun generasi bahasa dan sastra digital melalui integrasi deep learning pendekatan pemahaman mendalam, analisis komprehensif, dan aplikasi relevan yang melampaui hafalan dalam pembelajaran bahasa era digital. Ia menekankan tantangan metode tradisional yang kurang melibatkan siswa di tengah akses informasi tak terbatas, dengan deep learning meningkatkan motivasi, strategi belajar mandiri, dan pemahaman konteks budaya via studi EFL China (2022). Integrasi AI seperti ChatGPT memungkinkan personalisasi, analisis sastra kompleks dengan visual, serta model Deep Blended Learning (studi Universitas Xi'an Peihua) yang terbukti tingkatkan keterlibatan, berpikir kritis, dan kompetensi abad 21 seperti literasi digital serta komunikasi lintas budaya, dengan strategi desain aktivitas HOTS, pelatihan guru, dan solusi infrastruktur.
Pemakalah Ketiga: Ibu Enung Nurhayati, M.A., Ph.D. (IKIP Siliwangi)
Ibu Enung Nurhayati menguraikan rekonstruksi sastra siber (cyber literature di Wattpad, Webtoon, TikTok) dalam pendidikan era Society 5.0 via kerangka pedagogis tiga pilar humanistik: deep reading (inferensi, anotasi reflektif untuk lawan budaya scroll), multimodal creation (puisi visual, webtoon naratif selaras Kurikulum Merdeka), dan ethical AI literacy (evaluasi bias AI, kolaborasi manusia-AI). Ia menyoroti transformasi estetika dari era web (blog) ke AI writing (ChatGPT), dengan tantangan literasi digital rendah Indonesia meski penetrasi internet tinggi, serta kesenjangan deep reading vs konsumsi visual cepat. Model ini rekonstruksi kurikulum untuk integrasikan fanfiction/instapoetry, jaga agensi manusia, etika, dan imajinasi moral dalam ekosistem multimodal partisipatif.
Webinar ini menegaskan sinergi ABER, deep learning, dan sastra siber untuk revitalisasi pembelajaran bahasa Indonesia yang inklusif, inovatif, dan selaras Kurikulum Merdeka, mempersiapkan siswa kompeten abad 21.