Sawala Tilu Series 2 Hadirkan Gagasan Penting Mengenai Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran di Era Digital
Oleh Dwi Ayu Sentiati | Sabtu, 29 November 2025 15:56 WIB | 58 Views
Webinar Sawala Tilu Series 2 yang digelar ADOBSI JABAR menghadirkan tiga pemateri dengan gagasan penting tentang bahasa, sastra, dan pembelajaran era digital. Dr. Adita membahas cara kreatif mengangkat kembali cerita rakyat, Dr. Tato menyoroti pentingnya literasi digital dan deep learning, sementara Enung Nurhayati menekankan pembelajaran sastra siber yang etis dan relevan. Acara ini memberi wawasan baru bagi pendidik untuk menyesuaikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan perkembangan zaman.
Webinar Sawala Tilu Series 2 yang digelar ADOBSI JABAR pada 29 November 2025 melalui Zoom acara tersebut berjalan dengan lancar dan penuh ide baru. Acara ini menghadirkan tiga pemateri yang membahas arah perkembangan bahasa, sastra, dan pembelajaran Indonesia di tengah era yang serba digital.
Pemateri pertama, Dr. Adita Widara Putra dari FKIP Universitas Siliwangi, mengangkat materi pentingnya tentang menghidupkan kembali cerita rakyat Galunggung melalui pendekatan Arts Based Educational Research (ABER). Ia menyoroti rendahnya minat generasi muda terhadap sastra lisan karena kalah bersaing dengan budaya digital. Beliau menegaskan bahwa ABER bisa menjadi jembatan kreatif untuk mengubah cerita rakyat menjadi karya seni multimedia seperti musikalisasi puisi atau video kreatif. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menghadirkan pembelajaran bahasa yang sesuai dengan kebutuhan multiliterasi siswa masa kini.
Pemateri kedua, Dr. Tato Nuryanto dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, membahas materi mengenai bagaimana generasi yang sekarang perlu dibekali literasi digital dan pemahaman mendalam lewat konsep deep learning. Beliau memaparkan bahwa sastra digital membuka ruang baru bagi pembaca dan penulis untuk berinteraksi dengan teks secara lebih kreatif. Menurutnya, teknologi digital dan AI dapat membantu pembelajaran menjadi lebih personal, kritis, dan relevan dengan kompetensi abad 21.
Pemateri ketiga, Enung Nurhayati, M.A., Ph.D. dari IKIP Siliwangi Cimahi, menekankan pentingnya rekonstruksi sastra siber dalam pendidikan era Society 5.0. Ia menunjukkan bagaimana sastra berubah dari era blog, Wattpad, hingga tulisan berbasis AI. beliau juga memperkenalkan model pedagogis berbasis tiga pilar: deep reading, multimodal creation, dan ethical AI literacy. Model ini dirancang agar siswa tidak hanya kreatif, tetapi juga kritis dan etis dalam menggunakan teknologi.
Webinar ini ditutup dengan antusiasme peserta yang merasa mendapat banyak perspektif baru untuk memperkaya pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah maupun perguruan tinggi. Acara ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan terus beradaptasi dengan cepat untuk menjawab tantangan zaman.
Dwi Ayu Sentiati adalah anggota komunitas Literasiliwangi yang bergabung sejak Dec 2023
0 Komentar