Namanya Prasati Batu Tulis, yang terletak di Kawasan Batu Tulis, Bogor Selatan, Kota Bogor, yang mana merupakan salah satu peninggalan penting dari masa kerajaan sunda Pajajaran. Prasasti ini menjadi saksi sejarah keberadaan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi), salah satu raja besar dalam sejarah tatar sunda yang dibuat oleh anaknya yaitu Prabu Surawisesa pada tahun 1533 M.
Prasasti ini dibuat oleh Prabu Surawisesa untuk tanda penghormatan dan mengenang segala pencapaian Prabu Siliwangi pada masa pemerintahannya yang begitu banyak, diantaranya adalah pembangunan ibu kota kerajaan di Pakuan Pajajaran, penataan pemerintahan, upaya ketertiban kesejahteraan rakyat, hingga gelar dan mahakarya Prabu Siliwangi diabadikan dengan apik di prasasti ini menggunakan aksara dan Bahasa sunda kuno.
Namun ternyata ada bagian yang paling menyayat hati di dalam tulisan aksara kuno ini, yaitu ada permintaan maaf yang mendalam dari Prabu Surawisesa kepada ayahnya karena tidak bisa mempertahankan kerajaan Pajajaran secara utuh. Pertempuran dengan kerajaan Demak, dua Pelabuhan penting direbut yaitu Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Banten yang direbut oleh Kesultanan Demak dan Kesultanan Cirebon, hingga 14 perang telah Meletus tanpa bisa dihindari. Walaupun Prabuu Surawisesa dikenal sebagai orang yamg gagah berani, ia tetap merasa kalah dan lemah karena yang ia perangi adalah saudara dan rakyatnya sendiri.